Tugas Besar Pengantar Multimedia (Editing Video)

Assalamualaikum wr. wb.

Anak muda pasti sering melakukan kegiatan yang namanya Nongkrong, termasuk saya sendiri. Dan anak muda sekarang tak lepas dari yang namanya rokok. Saya bukan perokok aktif melainkan pasif dikarenakan teman-teman saya kebanyakan perokok aktif dan saya menghisap asap asap dari rokok teman saya. Tetapi taukah anda bahwa perokok pasif lebih mudah terkena dampak dari asap rokok dibandingkan perokok aktif?

Dari situlah saya mendapatkan ide untuk membuat video singkat yang saya posting ini.

Untuk menyaksikannya silahkan klik disini

Walaikusalam wr. wb.

Print Friendly, PDF & Email

Tugas II Pengantar Multimedia dan III Web Design (Seminar WIFI “Technopreneur is our life”)

wifi1. Profil Pembicara : 

1.  ARIEF WIDHIYASA (CEO AGATE STUDIO) 

arief-agate-624x409

Arief Widhiyasa, adalah Chief Executive Officer (CEO) Agate Studio. Developer game lokal asal Bandung yang telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal computer maupun untuk perangkat mobile.

Berikut profil lengkapnya,

  • Nama Lengkap: Arief Widhiyasa
  • TTL: Denpasar, 4 April 1987
  • Pendidikan: ITB (Drop Out)
  • Riwayat:
    • General Manager di G-Softworks(2005-2007)
    • Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center(2007-2009)
    • CEO di Agate Studio(2007-Present)
  • Spesialisasi: Business Development, Negotiation, Networking, Game Programming, Game Development, Game Business.

2. Adam Ardisasmita (CEO ARSANESIA)

Adam-Ardisasmita

  • Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)
  • Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) di Nokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu:

Pendidikan:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • MAN Insan Cendekia Serpong

2. Materi SEMINAR “Technopreneurship is our Life”

Tema dalam acara seminar kali ini “Technopreunership Is Our Life” merupakan bentuk wirausaha dari kemajuan teknologi yang sedang berkembang dari masa ke masa. Berbagai kemajuan yang dicapai diawali dengan riset dan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi yang kemudian dikembangkan sedemikan rupa sehingga memberikan keuntungan bagi penciptanya dan masyarakat penggunanya. Perkembangan bisnis dalam bidang teknologi diawali dari ide-ide kreatif di beberapa pusat penelitian yang mampu dikembangkan, sehingga memiliki nilai jual di pasar.

3. Pendapat

Teknologi merupakan sutu cara yang dilakukan oleh manusia untuk merubah alam dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

Teknologi merupakan sutu cara atau metode untuk mengolah sesuatu agar terjadi efisiensi biaya dan waktu, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berkulitas. Dasar-dasar penciptaan teknologi adalah : kebutuhan pasar, solusi atas permasalahan, aplikasi berbagai bidang keilmuan, perbaikan efektivitas dan efisiensi produksi, serta modernisasi, dan juga dengn adanya bteknologi hidup kita pun tidak akan ketinggalan jaman.
Jadi ada dua pokok penting yang harus diperhatikan dalam mendefenisikan Tecnopreneuship itu yaitu penelitian dan komersialisasi. Penelitian berorientasi pada penemuan dan penambahan ilmu pengetahuan. Komersialisasi dapat didefenisikan sebagai pemindahan hasil penelitian atau teknologi, yakni : lisensi, berpartner, atau menjualnya kepada pihak yang akan mengkomersialkannya.
Invensi, Inovasi, dan Technopreneur
Technopreneurship bersumber dari invensi dan inovasi. Invensi adalah sebuah penemuan baru yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan. Inovasi adalah proses adopsi sebuah penemuan oleh mekanisme pasar. Invensi dan inovasi ada dua jenis, yakni :
1.      Invensi dan inovasi produk
2.      Invensi dan inovasi proses
Berbagai kemajuan yang dicapai diawali dengan riset dan temuan-temuan baru dal bidang teknologi (invensi) yang kemudian dikembangkan sedemikian rupa sehingga memberikan keuntungan bagi penciptanya dan masyarakat penggunanya. Fenomena perkembangan bisnis dalam bidang teknologi diawali dari ide-ide kreatif di beberapa pusat penelitian (kebanyakan dari perguruan tinggi) yang mampu dikembangkan, sehingga memiliki nilai jual di pasar. Pengagas ide dan pencipta produk dalam bidang teknologi tersebut sering dikenal dengan nama technopreneur (teknoprener), karena mereka mampu menggabungkan antara ilmu pengetahuan yang dimiliki melalui kreasi/ide produk yang diciptakan dengan kemampuan berwirausaha melalui penjualan produk yang dihasilkan di pasar. Dengan demikian, technopreneurship merupakan gabungan dari teknologi (kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi)  dengan kewirausahaan (bekerja sendiri untuk mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis).
Peranan Technopreneurship dengan masyarakat
      Invensi dan inovasi yang dihasilkan, serta technopreneurship tidak hanya bermanfaat dalam pengembangan industri-industri besar dan canggih. Technopreneurship juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lemah dan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
      Technopreneurship dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dampak secara ekonomi adalah :
a.      Meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
b.      Meningkatkan pendapatan.
c.      Menciptakan lapangan kerja baru.
d.      Menggerakkan sektor-sektor ekonomi yang lain.
Manfaat dari segi sosial diantaranya adalah mampu membentuk budaya baru yang lebih produktif, dan berkontrbusi dalam memberikan solusi pada penyelesaian masalah-masalah sosial. Manfaat dari segi lingkungan antara lain adalah :
a.      Memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Indonesiasecara lebih produktif.
b.      Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumber daya energi.
Ada beberapa bidang invensi dan inovasi yang dapat diprioritaskan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat ekonomi lemah terdiri dari: air, energi, kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati (water, energy, health, agriculture, dan biodiversity).
Menjadi seorang technopreneur
        Saya rasa ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan dipahami oleh sesorang untuk menjadi technopreneur diantaranya :
–      Belajar dari pengalaman para pelaku technopreneurship
–      Mengeksplorasi ide
–          Softskill  dan mindset yang diperlukan oleh technopreneur
–          Validasi Ide dan Penilaian Peluang
–          Pengembangan Produk Teknologi
–          Hak Kekayaan Intelektual
–          Analisis Pasar
–          Model Usaha
–          Penyusunan Business Plan.

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tugas III Pengantar Multimedia (Ulasan film Startrek)

 

star-trek-into-darkness-large

Star Trek Into Darkness masih menjadi film fiksi ilmiah  yang sangat menghibur dari sisi teknologi. Tidak hanya dalam penggunaan efek  tapi juga beragam alat inovasi yang digunakan. Anda akan dibuat kagum dengan kemajuan teknologi  dan beragam gadget yang digunakan di film ini. Bayangkan saja, alat komunikasi yang terpasang dalam lencana  teknologi warp yang ramah lingkungan dan tentu saja kedahsyatan USS Enterprise mampu mengubah cara pandang kita mengenai pesawat luar angkasa. Secara keseluruhan, film ini mampu menghidupkan imajinasi anda  tentang bayangan masa depan umat manusia dan inovasi teknologinya. Deretan pemain film seperti Chris Pine, Zachary Quinto dan Zoe Saldana menjadi garansi di film berdurasi 132 menit karya J.J. Abrams.

Abrams membawahi ratusan orang kru efek visual bekerja menghasilkan detail seperti pemandangan gunung berapi di planet Nibiru, kuil dan hutan di Kronos, tembak-tembakan pesawat, dan reruntuhan luar angkasa. Tak lupa teknologi Star Trekseperti warp drive (berpindah super cepat), transportercommunicator (teknologi komunikasi individu dengan pesawat),shields (perisai pelindung), dan lain-lain pun hadir.

Star Trek Into Darkness membuktikan diri sebagai satu lagi karya J.J Abrams yang mengangkat  unsur-unsur serial aslinya dalam tampilan atau kemasan baru yang menarik disimak, terutama untuk para penonton generasi modern. Abrams memaksimalkan keahliannya bermain efek visual dan CGI canggih, menampilkan pemandangan luar angkasa yang mengasyikan, apalagi jika dinikmati melalui layar 3D dan IMAX, karena ada kurang lebih 30 menit adegan yang disyuting langsung dengan kamera IMAX.

Permainan Visual film ini yang tetap menawan dengan didukung oleh efek 3D yang juga bagus membuat film ini semakin bertambah baik. Meski efek 3D nya konversi tetapi jangan skeptis dulu. 3D Konversi yang digarap bagus dengan berbagai adegan yang mendukung efek 3D nya. Star Trek Into Darkness pun berbeda. Semua adegan penuh CGI itu dikonversi-kan ke versi 3D hingga kita bisa menyaksikan secara langsung spaceship Enterprise dengan baik. Semuanya tak terbuang sia-sia. Sekali lagi, saya terserap masuk. Seperti ikut andil didalam adegan-adegan yang tersaji di film ini.

Belum lagi Twist yang tersaji di dalam plot-nya. Semuanya tersaji penuh ke-luar biasa-an. Twist-nya mendukung plot. Tak terlalu mindblowing tetapi cukup membuat kita bingung. Ikut curiga dengan semua alur di film ini. Begitu pula dengan Cast-cast yang tetap bermain dengan bagus yang akhirnya membuat film ini semakin kuat. Bagaimana Friend Relationship begitu terjalin antara Jim Kirk yang diperankan oleh Chris Pine dengan Spock yang diperankan oleh Zachary Quinto. Begitu pula dengan Villainnya yang benar-benar dingin. Benedict Cumberbatch berhasil memerankan seorang Villain yang begitu dingin, psychc, serta evil dengan begitu baik dan jelas menjengkalkan bagi penontonnya. Serta dukungan Scoring serta Theme Song Star Trek yang begitu mendukung dan tahu penempatannya di film ini.

Overall, Star Trek Into Darkness be the real Science Fiction which I love the most. Even it use Dark Theme in poster, trailer, or it title but J.J. Abrams not use that theme that ruin the identity of Star Trek itself. Breathtaking, Mesmerizing, and Hypnotizing story that make we as audience come into the movie. Well Done J.J. Abrams. You stole my heart and this is what I called Science Fiction. This gonna be sorted on my Best List movies in 2013. Salute! 

Well, Star Trek Into Darkness pun dirilis dalam versi 3D. Apakah 3D film ini worth it mengingat 3D di film ini adalah hasil konversi bukan di shoot dengan menggunakan kamera 3D.

BRIGHTNESS 5/5

brightness

Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri.Kecerahan film ini tak berkurang meskipun disaksikan dalam format 3D. Sehingga mungkin kepala tak pusing saat menyaksikan film ini.  Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.

DEPTH 5/5

depth

Ternyata kedalaman film ini dalam format 3D masih terjaga dengan baik. Berbagai setting tempat terutama luar angkasa makin menunjukkan efek depth-nya yang mengagumkan. Meski di setting Indoor, depth film ini bisa dikatakan biasa. Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

POP OUT 3/5

popout

Adegan pop out nya yang sangat elegan . Tidak sedikitpun  terkesan norak dan menggunakan gimmick yang kasar. Tetapi semuanya ‘keluar’ secara sempurna dan tak sia-sia. Adegan-adegan berdebu, asap, serpihan-serpihan keluar menyapa penontonnya yang asyik duduk menyaksikan film ini.

 

YES-3D

Overall, meski 3D di film ini adalah hasil konversi. Tetapi Star Trek Into Darkness masih worth untuk disaksikan dalam versi 3D. Kita akan terserap masuk kedalam sebuah dunia space dan U.S.S Enterprise yang jelas mengagumkan. So, Watch in 3D and you will get the experience that you will not get in 2D.

Print Friendly, PDF & Email

Tugas I Pengantar Multimedia

  1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?
  2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?
  3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?
  4. Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai.
  5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan setelah kompresi.

Jawaban :

  1. Definisi kompresi data ( compression data ) dalam ilmu komputer adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut
  2. Kompresi data bertujuan untuk mengurangi ukuran data tanpa merusak tujuan dari data tersebut. Kompresi data menggunakan sedikit disk space. Kompresi data mempercepat akses, dan kompresi data dapat membuat lebih efisien.
  3. Ada dua teknik kompresi data, yaitu :
  • Berdasarkan mode penerimaan data oleh manusia

I.                Dialoque Mode: yaitu proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time), seperti pada contoh video conference. Dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran manusia. Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms, dimana 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam jaringan

II.                Retrieval Mode: yaitu proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time.

• Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client.
•  Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat interaktif.

  • Berdasarkan output
    1. Losseles Compression,
    2. Lossy Compression

4. Perbedaan Losseles Compression dengan Lossy Compression

1. Losseles Compression, Teknik kompresi yang tidak mengurangi ukuran aslinya. Losseles artinya tidak ada data yang hilang, menggunakan algortima tertentu untuk mengompres data (compress) dan mengembalikan ke ukuran semula (decompress), dipakai untuk mengompres data dan program.

Contoh : pada citra atau gambar dimana metode ini akan menghasilkan hasil yang tepat sama dengan citra semula, pixel per pixel sehingga tidak ada informasi yang hilang akibat kompresi. Namun ratio kompresi (Rasio kompresi yaitu, ukuran file yang dikompresi dibanding yang tak terkompresi dari file) dengan metode ini sangat rendah. Metode ini cocok untuk kompresi citra yang mengandung informasi penting yang tidak boleh rusak akibat kompresi, misalnya gambar hasil diagnosa medis. Contoh metode lossless adalah metode run-length, Huffman, delta dan LZW.

 

2. Lossy Compression, Teknik kompresi yang mengurangi ukuran aslinya. Lossy artinya ada data yang hilang, bertujuan untuk mengefisienkan data,biasanya dipakai untuk mengompres data multimedia

Contoh : terdapat image asli berukuran 12,249 bytes, kemudian dilakukan kompresi dengan JPEG kualitas 30 dan berukuran 1,869 bytes berarti image tersebut 85% lebih kecil dan ratio kompresi 15%. Contoh metode lossy adalah metode CS&Q (coarser sampling and/or quantization), JPEG, dan MPEG.

5. Contoh Kompresi Lossless Pada Gambar

  • Original Image (lossless PNG, 60.1 KB size) – uncompressed is 108.5 KB

  • Low Compression (84% less information than uncompressed PNG, 9.37 KB)

  • Medium Compression (92% less information than uncompressed PNG, 4.82 KB

  • High Compression (98% less information than uncompressed PNG, 1.14 KB )

Referensi :

http://nurilla7.wordpress.com/2008/11/05/kompresi-data-lossy-dan-lossless/

http://w081-080010006.blogspot.com/2009/05/kompresi-data.html

http://blog.widyatama.ac.id/members/andiatirahazis/activity/1927

http://almiradesti.blogspot.com/2012/10/teknik-kompresi-lossless.html

Print Friendly, PDF & Email